Jumat, 24 April 2009

Guru - Guru Keren

GURU – GURU KEREN

Menurut Yuna Crescent

(dengan komentar Rikku Machinist dan Paine Yeo)

  1. Shalua Rui

Rikku = Ms. Shalua ? aku pikir kau akan menulis Kakakmu di peringkat pertama? Ok aku setuju kalo untuk yang ini. Dia memang keren dengan satu matanya dan separuh badan yang terbuat dari mesin, tapi dia tetap cantik dan seksi kok!! Ya kan Paine?

Paine = idem

  1. Quitis Trepes

Rikku = Kurang setuju karena menurutku dia agak begitu dingin, maksudku kau tidak melihatnya saat dia mengajariku! Galak amat, tapi bagaimana kau bisa memasukan dia diaftar Guru kerenmu? Memangnya apa yang sudah dia lakukan padamu??

Paine = idem

  1. Lulu Vyd

Rikku = Ok setuju banget! Memang kakakmu ini agak galak, tapi dia kan kakakmu! Dia seksi dan cantik, dulu aku pikir dia akan bersama Rueve, tapi aku heran kenapa dia malah akhirnya menikah dengan kakak mantan tunangannya? Ok setahuku Lulu selalu memperlihatkan ketidak sukaannya pada Wakka kan? Tapi aku pasrah toh, mereka kan udah menikah, dan udah punya anak lagi, selain itu aku juga suka pada Wakka kok!

Paine = idem

  1. Rueve Tusti

Rikku = Oh Tuhan Paine!! Berhentilah menulis “idem” tunjukan pendapatmu donk!! Hitam! Ok aku setuju, dia keren dan baik. Ingat dulu dia menolong kita, dan dia juga membuat Cat Saight yang lucu dan imut, aku suka.

Paine = tak punya pendapat lain! Kuning.

  1. Rufus Sinra

Rikku = Kurang setuju, Pria itu menghabiskan seluruh harinya di kursi Roda padahal sudah jelas kalau dia itu masih bisa berjalan, dia terlalu nge-bos!!

Paine = bukannya sama sepertimu Rikku! Sok nge-Bos.

Kelas Rune Kuno

Aku bosan banget nih!! Rikku juga kelihatannya begitu, dia menguap terus dari tadi, sedangkan Paine malah sudah tidur.

Yunie! Aku bosan >R

Sama aku juga

Buat daftar ?? >R

Ok! Bangunkan Paine!!

Aku melihat Rikku membangunkan Paine

Jum'at - 6

Taman belakang

Ok! Cukup, Hari ini cukup!! Sebenarnya sih kurang. Kalau saja Brother tidak muncul secara mengejutkannya dan langsung menggangguku. Aku pasti akan puas! Tapi seperti kau tidak kenal “Brother” saja!! Dia mana pernah membiarkan aku sendirian, tenang, MANA PERNAH??

OH! Kalau saja! Padahal Cloud sangat tampan hari ini! Rambut keemasannya yang panjang, basah karena keringat, nafas yang terangah-engah dan mata yang birunya kurasa (mana bisa lihat aku sembunyi seperti ini).

Well, Cloud hari ini sedang berlatih menggunakan pedangnya yang tujuh lapis dan besar-besar itu. Mengintip dari semak – semak sebenarnya agak merepotkan sih, tapi ga papa. Itu semua demi CLOUD!!! CLOUD –ku. ~heihei, sejak kapan dia jadi milikku??

Coba lihat dia, cara dia melompat dan mendarat. Dia sedang berlatih dengan temannya yang berambut merah, yang baru aku ketahui bernama Reno (dari Rikku). Melihat wajahnya yang selalu serius setiap kali berlatih, aku mau jadi teman berlatihnya. Tapi… sudah ada Tifa yang berlarian membawakannya handuk dan minuman, dan ada Shelkie dan Yuffie yang berteriak menyemangatinya.

Aku berani bersumpah kalau Cloud pasti tidak pernah mengenaliku, bahkan tidak tau kalau aku YUNA CRESCENT ada didunia ini dan hidup untuk memandangnya terus!!

Well Cloud memang termasuk sebagai siswa Populer karena tampan dan dingin, nomor dua setelah Squall yang jujur saja aku (sangat) tidak setuju. Rambut pirang keemasan dan mata biru yang tajam itu lebih keren dari pada pria yang punya luka diwajah dan selalu memakai jaket berbulu. Aku kurang suka karena aku kadang (sering) kesal setiap melihat jaket bulunya itu. Kesal karena membayangkan malangnya binatang yang dibunuhnya untuk bisa mendapatkan jaket jelek, yang ntah bagaimana bisa di sukai banyak cewek. Trend yang buruk menurutku.

Rabu, 4 – malam

Dikamar

Apa itu Rikku, sahabat terbaikku yang tadinya merengek-rengek padaku, memohon bantuan agar aku mau membantunya mengerjakan PR-nya. Dan setelah aku dengan malasnya, bersedia. Dia malah enak-enakan tidur, sementara aku sedang sibuk membuka buku. Ya tuhan anak itu benar-benar deh!! Sory ku mau bangunin dia dulu…

OK! Sudah, bukannya berterima kasih dia malah ngomel, protes karena katanya dia sangat lelah, dan butuh istirahat 15 belas meniiiit saja. APA ? 15 menit? Dia sudah tidur kurang lebih hampir setengah jam! Dan sekarang dia mulai protes karena aku bukannya membantunya

malah asyik menulis buku diary. Halooo… bukannya kau yang memberikan buku ini Rikku?! Untuk membukan diriku, jadi dari pada mengeluarkan tenagaku sia-sia untuk memarahimu, lebih baik aku menulis, demi mengurangi tensiku, TAU!!!

Oh Tuhan! Dia tidur lagi, “Paine… giliranmu!” pintaku pada Paine, dia langsung bangun dari mejanya dan menyeret Rikku kekamar mandi, lalu aku mendengar jeritan Rikku, Paine keluar dengan tampang malasnya, diikuti Rikku yang basah kuyub. “sudah” hanya itu yang Paine katakan, lalu duduk melanjutkan pekerjaannya sendiri.

Malas membantu Rikku lebih baik aku tidur!!!

Rabu, 4 - siangnya

Perpustakaan

Saat ini aku, Rikku dan Paine (+ beberapa anak dikelasku) sedang berunding, karena kami sudah kelas 1, kami sudah boleh mengambil tugas, atau mungkin bisa dibilang cukup pantas mengambil tugas, tugas yang menentukan kelulusan kami mulai dari sekarang, karena kebanyakan tugas tidak selesai bahkan sampai kelas 3 sekalipu, seperti tugas Cloud, pencarian material dan Jenova Headsnya masih belum kelar sampai sekarang, ditambah dengan gangguan dari kelompok luar yang menginginkan Jenova Headsnya juga. Hasilnya sampai sekarang masih belum jelas.

Ada tiga tugas yang dikeluarkan oleh sekolah kali ini tapi kami sudah mengincar sebuah tugas dari dulu. Sebuah kasus yang dari 1000 tahun yang lalu, kasus ini agaknya tidak disukai oleh anak2 lain (baguskan), karena kami sangat tertarik, dan kami punya cukup alasan untuk memilihnya.

Well. Kami punya cukup alasan untuk dikatakan kepada sekolah, tapi aku masih bingung apa yang harus aku katakana pada kakakku tersayang, Lulu yang kebetulan dan sangat kebetulan menjadi Guru disini.

Rikku baru saja bertanya “kenapa kau seperti habis makan kaus kaki?”. Jawabku “tidak” aku tidak suka membahas masalahku pada Rikku apalagi dengan banyak anak2 Machina disini, yang berkerumun dan ditambah brother yang tidak henti2nya mendekatiku dan menggangguku.

Ya Tuhan apa yang dia lakukan disini? Apa? Baru kali ini aku melihat Cloud di perpustakaan, apa yang dia cari ya? Kelihatannya dia sedang bingung, melihat buku dilemari sambil berunding dengan temannya yang berambut merah. Ops.. barusan dia melihatku, apa dia sadar kalau aku memperhatikannya sejak tadi, aduh mukaku pasti kelihatan merah sekali, karena Brother tiba2 mendekatku dan mengatakan “Lady Yuna apa anda sakit?” dengan kerasnya. Ough moga2 tidak ada yang mendengarnya saat Brother memanggilku “Lady” itu sungguh memalukan, aku mau pergi sampai nanti.

CATATAN :

Kasus : hajar brother nanti, dan baca ulang buku What’s Gaia –ku

Tidak ada PR hari ini Asyik, kasian Rikku dia dihukum karena tidak buat PR kemarin. Senangnya ada yang bisa kutertawakan hari ini. Dia melemparku dengan penghapusku. Sial.