Perpustakaan
Saat ini aku, Rikku dan Paine (+ beberapa anak dikelasku) sedang berunding, karena kami sudah kelas 1, kami sudah boleh mengambil tugas, atau mungkin bisa dibilang cukup pantas mengambil tugas, tugas yang menentukan kelulusan kami mulai dari sekarang, karena kebanyakan tugas tidak selesai bahkan sampai kelas 3 sekalipu, seperti tugas Cloud, pencarian material dan Jenova Headsnya masih belum kelar sampai sekarang, ditambah dengan gangguan dari kelompok luar yang menginginkan Jenova Headsnya juga. Hasilnya sampai sekarang masih belum jelas.
Ada tiga tugas yang dikeluarkan oleh sekolah kali ini tapi kami sudah mengincar sebuah tugas dari dulu. Sebuah kasus yang dari 1000 tahun yang lalu, kasus ini agaknya tidak disukai oleh anak2 lain (baguskan), karena kami sangat tertarik, dan kami punya cukup alasan untuk memilihnya.
Well. Kami punya cukup alasan untuk dikatakan kepada sekolah, tapi aku masih bingung apa yang harus aku katakana pada kakakku tersayang, Lulu yang kebetulan dan sangat kebetulan menjadi Guru disini.
Rikku baru saja bertanya “kenapa kau seperti habis makan kaus kaki?”. Jawabku “tidak” aku tidak suka membahas masalahku pada Rikku apalagi dengan banyak anak2 Machina disini, yang berkerumun dan ditambah brother yang tidak henti2nya mendekatiku dan menggangguku.
Ya Tuhan apa yang dia lakukan disini? Apa? Baru kali ini aku melihat Cloud di perpustakaan, apa yang dia cari ya? Kelihatannya dia sedang bingung, melihat buku dilemari sambil berunding dengan temannya yang berambut merah. Ops.. barusan dia melihatku, apa dia sadar kalau aku memperhatikannya sejak tadi, aduh mukaku pasti kelihatan merah sekali, karena Brother tiba2 mendekatku dan mengatakan “Lady Yuna apa anda sakit?” dengan kerasnya. Ough moga2 tidak ada yang mendengarnya saat Brother memanggilku “Lady” itu sungguh memalukan, aku mau pergi sampai nanti.
CATATAN :
Kasus : hajar brother nanti, dan baca ulang buku What’s Gaia –ku
Tidak ada PR hari ini Asyik, kasian Rikku dia dihukum karena tidak buat PR kemarin. Senangnya ada yang bisa kutertawakan hari ini. Dia melemparku dengan penghapusku. Sial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar