Jumat, 24 April 2009

Rabu, 4 – malam

Dikamar

Apa itu Rikku, sahabat terbaikku yang tadinya merengek-rengek padaku, memohon bantuan agar aku mau membantunya mengerjakan PR-nya. Dan setelah aku dengan malasnya, bersedia. Dia malah enak-enakan tidur, sementara aku sedang sibuk membuka buku. Ya tuhan anak itu benar-benar deh!! Sory ku mau bangunin dia dulu…

OK! Sudah, bukannya berterima kasih dia malah ngomel, protes karena katanya dia sangat lelah, dan butuh istirahat 15 belas meniiiit saja. APA ? 15 menit? Dia sudah tidur kurang lebih hampir setengah jam! Dan sekarang dia mulai protes karena aku bukannya membantunya

malah asyik menulis buku diary. Halooo… bukannya kau yang memberikan buku ini Rikku?! Untuk membukan diriku, jadi dari pada mengeluarkan tenagaku sia-sia untuk memarahimu, lebih baik aku menulis, demi mengurangi tensiku, TAU!!!

Oh Tuhan! Dia tidur lagi, “Paine… giliranmu!” pintaku pada Paine, dia langsung bangun dari mejanya dan menyeret Rikku kekamar mandi, lalu aku mendengar jeritan Rikku, Paine keluar dengan tampang malasnya, diikuti Rikku yang basah kuyub. “sudah” hanya itu yang Paine katakan, lalu duduk melanjutkan pekerjaannya sendiri.

Malas membantu Rikku lebih baik aku tidur!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar